Tuesday, 25 January 2022

Shaktya Eriza Maulana

Shaktya Eriza Maulana, itulah tiga kata bermakna yang diberikan oleh kedua orang tuaku untuk namaku. Tidak ada filosofi yang menarik dari itu semua. Shaktya, hanya karena aku tetap bertahan hidup di dalam rahim saat air ketuban ibuku habis. "Anaknya sakti sekali," kata Ibu Bidan waktu itu. Eriza, hanya nama yang muncul di kepala, mudah diucapkan, cukup langka, dan khas. Maulana, nama pemberian langsung dari ayahku.

Apalah arti sebuah nama, hanya sekedar kata-kata yang menempel pada jiwa seseorang. Beranjak dewasa, teman-temanku malah kebanyakan mengganti namaku dengan sebutan yang aneh.

Itulah sedikit tentangku. Besok lusa jika ada waktu luang, aku ukir lagi kisahku di halaman ini. Hanya jika kalian mau membacanya. Jika tidak, akan ada yang selalu membacanya, seseorang yang sangat berarti.